Mengenal MD5 Hash Algoritm

Assalamualaikum Wr. Wb.


Selamat datang bulan mei dan selamat berjumpa kembali para reader afatbenz media..
Setelah beberapa minggu vacum nulis (biasanya juga vacum juga sih hehe) dan mulai banyak pesan masuk request tentang dunia IT lagi setelah beberapa kali memperkenalkan dasar pemrograman C++, padahal awal adanya blog ini tujuannya cuma sebagai wadah artikel transportasi, tapi ya its okay lah kita banting stir lagi ke dunia cyber. 
Oke kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang MD5 Hash. MD5 Hash itu bisa juga disebut algoritma enkripsi (jika salah, mohon koreksi). Oke mari disimak ya gaess..

Dalam ilmu kriptografi, MD5 (Message Digest Algorithm version 5) adalah salah satu algoritma hash yang paling populer. Pengertian MD5 (Message-Digest algortihm 5) adalah fungsi hash kriptografik yang digunakan secara luas dengan hash value 128-bit (sumber: wikipedia). 
MD5 di mulai pada tahun 1991 yang didesain oleh Prof. Ronald Rivest dari universitas di Amerika Serikat yaitu MIT, Prof. Ronald Rivest
Sebenarnya istilah “enkripsi” tidaklah tepat karena jika data itu dienkripsi, pastilah ada cara untuk dekripsi untuk mendapatkan kembali data yang disembunyikan itu. Sedangkan hash, seperti disebutkan di atas, adalah proses yang irreversibel (tidak ada istilah de-hash atau un-hash). Artinya data yang sudah di-hash tidak dapat dipulihkan kembali menjadi seperti data awal. Ibaratnya, jika data dianggap sebagai kayu, maka algoritma hash adalah proses membakar kayu itu menjadi abu. Tentu saja kita tidak dapat mengubah abu itu menjadi kayu kembali.

Algoritma hash MD5 sendiri menerima input berupa data dengan panjang bebas, dan menghasilkan output heksadesimal sepanjang 32 karakter. Jadi, seberapapun panjang data input, output yang dihasilkan akan selalu sepanjang 32 karakter. Perubahan sedikit saja di input akan mengubah output dengan drastis.

Contohnya ketika saya mencoba menuliskan "AfatBenz Media" seperti dibawah ini

 Selain generate text, MD5 juga bisa digunakan untuk menggenerasi file lain ke MD5 seperti yang saya contohkan dibawah ini
 
Meskipun MD5 sudah bisa dikatakan sebagai standar de facto untuk pengamanan password, namun,algoritma ini bukanlah yang paling aman. Beberapa sumber menyebutkan bahwa algoritma ini dapat ditembus (walaupun tidak dengan mudah) dengan metode collision dengan rainbow table .
Bisa kita bayangkan apabila seorang cracker mampu menjebol suatu database website yang sifatnya sangat rahasia kemudian cracker tersebut mencari bug dari situs targetnya dengan berbagai macam metode/teknik hacking (seperti : SQL Injection, Keylogger, Social Engineering, Trojan Horse, DDOS d.l.l). 
Cracker bisa menembus ke database dan mendapatkan password korbannya dalam bentuk hash, dan kalau berhasil mencuri passwordnya dalam bentuk hash yang totalnya berjumlah 32bit, maka dengan mudah password hash hasil encrypt MD5 tersebut tinggal di decrypt ke dalam bentuk plain text (teks biasa) dengan menggunakan tools/software yang bisa didownload gratis dari paman google maupun website penyedia layanan decrypt password hash MD5 ke password yang sebenarnya.
 

Dengan demikian secara otomatis sang cracker pun dengan leluasa melakukan semua  hal yang dia inginkan seperti mencuri data, merubah data, mengganti tampilan suatu website (Deface) dan bahkan ada yang hanya mendiamkannya saja karena maksud utamanya adalah untuk mengetes security dari situs targetnya saja dan untuk memenuhi rasa penasarannya  sampai dia bisa menembus database nya dan tidak berniat untuk merusak, setelah bisa ditembus databasenya ditinggalkan begitu saja , biasanya hal tersebut dilakukan oleh seorang hacker golongan putih (WhiteHat).


 
Ohiya, untuk MD5 Chaose diatas bisa didownload disini 
 
Sekian dulu, terimakasih telah membaca. Wassalamualaikum Wr. Wb.
Share on Google Plus

About Unknown

Memiliki nama lengkap Muhammad Nurdin Mafatichul Fuadi. Menekuni dunia design grafis, web developer, dan penerbangan. Hobi fotografi dan travelling. Mengagumi seorang wanita istimewa selama 6 tahun tapi tidak berani mengungkapkan.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: