Urin, tenaga alternatif bahan bakar

Pernah tidak anda membayangkan kalau Urine (air kencing) dapat diubah menjadi Bahan Bakar?
Mungkin gak sih? Percaya gak?
Ya, ditengah labilnya harga minyak dunia ada kabar mengejutkan dari Negeri Kincir Angin (Belanda) yang siap sedia menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan bahan bakar dari air seni atau air urine.
eknologi Delft dan lembaga penelitian DHV. Mereka mengembangkan teknologi pemrosesan urin, dan baru-baru ini berhasil mendaftarkan paten temuan tersebut di Cina, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa. “Kami memproses urin yang dikumpulkan secara konvensional dan kimiawi,” kata Andreas Glesen, Manajer Inovasi DHV Research.
Menurut Radio Nederland, bahan bakar urin ini telah memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil. Jika produksi urin ditingkatkan, para periset memprediksi daya yang dipasok bisa digenjot hingga lima kali lipat.

Bukan hanya ilmuan dari Eropa loh yang bisa mengubah Urine menjadi Alternatif Bahan Bakar, Pelajar di SMAN 1 Bawang Kab.Banjarnegara juga telah berhasil mengubah urine menjadi Bahan Bakar.
Mereka melakukan fermentasi dan distilasi sederhana dengan cara mencampurkan 20 liter urine manusia di tambah 20 liter perasan limbah salak dan dua kilo gram gula. Selanjutnya,  bahan yang telah tercampur ini di simpan dalam toples yang tertutup rapat untuk di fermentasi selama 21 hari, hingga menghasilkan etanol dan co 2.
Setelah itu lakukan pemisahan etanol dengan di panaskan pada suhu 100 derajat celsius. Melalui proses pemanasan ini akan tebentuklah bio etanol urine manusia atau binolisi yang siap di gunakan.




Bio etanol urin manusia ini tidak berwarna dan bening, bau menyengat dan sangat mudah terbakar. Bahkan, jika di nyalakan dengan korek api akan menghasilkan api yang berwarna biru menyerupai api dari gas elpiji.

Asyiknya, BBU (bahan bakar urin) itu tak hanya bisa dipakai untuk memasak. Ia dapat pula digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggerakkan mobil bertenaga listrik.
Proses mengubah urin menjadi sumber energi alternatif ini cukup sederhana. Prinsip dasarnya, urin yang mengandung senyawa amonia dipanaskan secara perlahan. Setelah berubah menjadi gas amonia, lalu dimasukkan ke dalam generator untuk membangkitkan sel bahan bakar (fuel cell), yang akan digunakan untuk memproduksi energi lisrik.

Asalkan pasokan urin selalu tersedia, maka energi listrik bisa diproduksi terus-menerus. Tidak seperti energi yang dikonversi dari angin dan matahari, BBU tak bergantung pada kondisi alam.
Untungnya lagi, bahan sisa pemrosesan urin, berupa asam fosfat, bisa digunakan untuk membuat pupuk urea yang tak berbahaya, karena tak mengandung bahan kimia.
Share on Google Plus

About Unknown

Memiliki nama lengkap Muhammad Nurdin Mafatichul Fuadi. Menekuni dunia design grafis, web developer, dan penerbangan. Hobi fotografi dan travelling. Mengagumi seorang wanita istimewa selama 6 tahun tapi tidak berani mengungkapkan.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: